Minggu, 06 Mei 2012

Rajab Segera copot Lindawati kepsek SMA N 5

Medan, 6 Mei 2012/SopoAlam; Lambannya penindakan dan pemberian sanksi yang dijanjikan Kepala Dinas pendidikan(kadisisk) Medan terhadap Lindawati kepala Sekolah(Kepsek) SMA Negeri 5 Medan terkait persolan memanipulasi data sehinga di blaclistnya 214 siswa berprestasi akademik tidak dapat mengikuti (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) SNMPTN jalur undangan terus menuai komentar.Dianggap pembiaran pencemaran instansi pendidikan dan berdampak sebagai perusak pendidikan di masa depan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sopo Alam , hingga minggu ( 5/5) dari keterangan Ketua Komite Peduli Pendidikan(KPP) Medan Beny Sinaga yang akrab disapa  dengan nama Byas ini kepada Sopo Alam , mengatakan lambannya pemberian sanksi atas kinerja Kepsek SMA N 5 dianggap bisa berdampak sebagai perusak peningkatan pendidikan di masa depan.
 
Dalam kasus ini Rajab Lubis selaku kadisidik bisa  mengambil tindakan tepat dan menepati janjinya demi kelangsungan masa depan siswa tersebut untuk  mendapatkan pendidikan yang bersih.
 
“ Kadisdik harus segera memberikan  sanksi dan melakukan tindakan. Jangan ada pembiaran politik uang dalam dunia pendidikan . politik uang sama dengan perusak peningkatan pendididkan di masa depan. Apalagi dalam persoalan ini 214 siswa berprestasi akademik menjadi korban dan belum diketahui gimana nasibnya nanti untuk mendapatkan pendidikan yang bersih yang merupakan hak wajib untuk  diperoleh para siswa didik,”Ungkap Byas
 
Beny menjelaskan, Kadisdik jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan perkataannya.Saat ini, para siswa – siswa didik di sekolah sudah cukup menjadi korban pembodohan pengajaran pendidikan, dan jangan ditambahkan lagi beban yang mereka terima.
 
Mulai dari Sekolah Menegah Pertama(SMP) , kemudian SMA mereka sudah menjadi korban ajang bisnis dunia pendidiakan seperti mengikuti Ujian Nasional (UN) , Try-out disekolahan yang dalam fakta dilapangan hasil yang didapatkan sama sekali tidak membuktikan adanya peningkatan kualitas pendidikan yang ada hanya sebuah proyek para pejabat dalam instansi tersebut untuk mendapatkan uang.
 
“ Kadisdik harus bertanggung jawab dengan perkataannya , apalgi dengan nasib para siswa tersebut. Selama dibangku sekolahan ditingkat SMP , SMA mereka sudah jadi korban pembodohan pengajaran pendidikan ,jangan ditambah lagi beban mereka. Sampaikan pendidikan it uterus dikotori dengan politik uang,” jelas Byas dengan tegas.
 
Lanjut Byas, Kadisdik seharusnya memberikan sanski berupa Mutasi atau pencopotan terhadap kinerja Lindawati kepsek SMA N 5tersebut. karena jika belum ada pemberian Sanksi dan pembiaran. Dikwatirkan  kepsek di sekolah- sekolah lainnya akan melakukan tindakan yang sama.
 
Akaibat ketidaktegasan kadisidik tersebut, dan jika hal itu terjadi dan terus berlanjut sama saja dengan penunjukan bahwa Rajab tidak punya kredibilitas dalam memimpin.
 
Dalam persoalan ini , KPP Medan akan terus memantau hingga nanti ada solusi terbaik yang dihasilkan kepada para siswa-siswa yang menjadi korban  tersebut .
 
Karena disamping kita menolak adanya poltik uang dalam dunia pendidikan yang berkelanjutan  menjadi ajang bisnis seperti hal tersebut ,KPP sebagai lembaga peduli pendidikan juga  berhak untuk melakukan desakan,jelas Byas lagi dengan Tegas
 
 
Sementara, saat dikonfrimasi beberapa kali kepada kadisdik Rajab Lubis tak berhadil dilakukan, pasalnya Rajab terkesan Buang badan. Beberapa dijumpai dikantornya selalu ditolak melalui ajudannya, dengan berdalih sedang ada tamu.
 
Dicoba melalui selularnya ke No ponselnya 0812 6011 xxx yang kemarin sempat ada komunikasi  sesaat  mengatakan akan  memberikan sanksi sesudah   pelaksanaan UN tidak diangkat, begitu juga dilayang beberpa kali pesan singkat singkat tidak dibalas.
 
Ditempat berbeda, saat ditemui Kepsek SMA N 5 Lindawati, jumat (3/4)  untuk dikonfirmasi terkait pernyataan darinya tentang manipulasi data dan nasib ke 214 siswa tersebut tak berhasil ditemui.
 
Berdasarkan keterangan seorang security sekolah tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa  Lindawati sedang tidak berada dikantor, sedang keluar dan tidak tahu jam berapa akan balik , jelasnya.
 
 “ ibu sedand tidak ada diruangan bang, baru saja keluar. Dan tidak tahu saya kapan kembal, biasanaya kalau sudah keluar, jarang balik lagi kesekolah jika tidak begitu penting,” Ungkap Securti tersebut sesaat membuka pagar sekolah. (ENT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar